Showing posts with label poltekkes kemenkes bandung. Show all posts
Showing posts with label poltekkes kemenkes bandung. Show all posts

Saturday, 14 February 2015

Selayang Pandang Pelatihan Flebotomi Dasar

Selamat pagi rekan sejawat, bagaimana kabar hari ini? 

Oke akhir-akhir ini lumayan ada fokus untuk menulis kembali, entah karena memang sedang semangat atau karena memang eventnya sedang pas, padahal hati mulai deg-degan tak karuan karena tepat hari senin nanti tanggal 16 Februari 2015 pukul 09.00-10.00 WIB, di ruang E Kampus Analis Kesehata Poltekkes Bandung *, saya akan sidang usulan proposal penelitian.

Walaupun begitu, saya mau sedikit berbagi pada teman Analis Kesehatan* tentang pelatihan flebotomi yang telah kami laksanakan dari tanggal 9 – 11 Februari 2015 dan di lanjutkan pada tanggal 13 Februari 2015. Kegiatan yang kisah di belakang layarnya cukup alot ini, karena terjadi perdebatan di awal rencana pelatihan, terkait akan bekerjasama dengan BIDI ataukah PATELKI. Setelah menimbang dengan sekasama, akhirnya kami memutuskan untuk melakukan pelatihan Flebotomi bersama dengan PATELKI.
chat awal mula semua hal ini terjadi

Jadi cerita dibalik layar yang alot itu adalah terkait waktu, pelatihan dari BIDI hanya dilaksanakan satu hari, sedangkan dari PATELKI adalah 5 hari, BIDI adalah produsen vacutainer, dan PATELKI adalah organisasi Profesi Analis Kesehatan, ralat tapi Teknologi Laboratorium Medik, menurut nomenklatur yang telah diperbarui (Permendikbud tahun 2014 nomor 154 nomenklatur menjadi Teknologi Laboratorium Medik disingkat TLM).

Friday, 6 February 2015

Judulnya sama “Menulis” Semangatnya Berbeda

screenshot dari akun (@yeahmahasiswa)
Hari ini saya lagi duduk agak menyepi di perpustakaan kampus, diluar jendela terdengar suara hujan yang lebat di ikuti petir yang saling menyambar. Ironi, dikala yang lain mungkin tengah menikmati waktu siang di rumah, atau bahkan terlelap dalam mimpi, namun aku disini lebih tertarik untuk menuliskan beberapa patah kata pembuka yang tak sempat disampaikan di pembuka awal tahun 2015 ini. Ah, sungguh sudah sangat terlalu lama aku bersikap so sibuk dan tidak memperbarui postingan di blog. Silahkan caci aku murtad jika engkau begitu mengharapkan aku untuk konsisten menulis, karena aku pun telah terlebih dahulu mencaci diri sendiri.---

Asik banget ya kayaknya prolog di atas, agak-agak satir gimana gitu ya (Jangan tanya satir itu apa). Jadi akhir-akhir ini saya tidak menghentikan aktifitas atau hobi menulis, hanya saja apa yang biasanya ditulis di laptop dan disajikan di blog kemudian beralih media. Saat ini saya sedang fokus menulis untuk kemudian disajikan dalam kumpulan lembaran kertas, yang tujuannya adalah sebagai syarat untuk menyelesaikan Program Studi atau sebagai Tugas Akhir mahasiwa tingkat akhir.

Saturday, 13 September 2014

My Blood type is...

bukan kali pertama periksa goldar :D
Aku adalah tipe orang yang akan banyak bertanya "kenapa?" (Baca kenapa dengan nada suara seperti anak kecil dalam iklan biskuit yang kuat, biar agak ngehits), sering menjawab pernyataan dengan pertanyaan, katanya tipe AB memang begitu, banyak nanya.(tapi tak usah men-generalkan AB juga ya, gak semua AB begitu ko)

Ya, rina asmara memang sering banyak nanya kalo lagi ngobrol, tapi cenderung pasif kalo dosen yang lagi memberi kuliah. Mungkin rinaasmara adalah seorang introvert. Pernah baca bagaimana seorang introvert berintaraksi dengan lawan bicaranya? Kalau saya tidak salah, seorang introvert apabila di hadapan banyak orang atau sedang dalam suatu kelompok, bila ada orang lain yang lebih mendominasi, dia akan cenderung lebih diam, menyimak saja tanpa banyak menanggapi, tapi apabila sudah berbicara from eyes to eyes, mata ke mata, alias cuman berdua doang, dia akan banyak berbicara, banyak nanya juga, apalagi kalau sudah merasa nyaman dengan lawan bicaranya dia akan sangat bawel.

Wednesday, 20 August 2014

Papandayan dan Sepaket Cerita Lainnya

Assalamualaikum para pembaca yang berbahagia, bertemu lagi kita dalam barisan kata-kata di layar digital pada url jemarinarinari.blogspot.com sebuah catatan harian aktivitas sehari-hari seorang Rina Asmara. Mehehe

Formal sekali ya prolognya? Lemme ask you something right now: Pernahkah kalian manjat? Maaf, ganti redaksinya jadi begini: pernahkah kalian naik gunung dan camping (kemah atau ngecamp)? Jika pernah maka aku ucapkan selamat kalian adalah generasi muda yang tidak biasa saja *jabat tangan*.
foto sebelum pendakian Gunung Papandayan
Why i ask you something like that? Because actually not longer from now, i just have been hiking and camp for 2 days, at Mt. Papandayan, Garut, West Java, Indonesia. (dijelasin takutnya ada bule yang baca blog ini). This is not my first time, actually i almost hiking at several Mountain in indonesia (or yeah west java), but this experience is the most excited hiking i ever at all. This feeling is, uuuum, i just can’t explain to you with “words”, too happy, yeah you can read happy with your low pitched and feel them on your heart, haaapppyyy, Happiness.

Perasaan yang tak bisa digambarkan dengan kata-kata, yang jelas saat mengingat kembali susana itu backsound yang tepat adalah lagunya Pharrell Williams – Happy, melihat alamnya, merasakan udaranya, dan telantang di rumput, mantap!
Seperti yang saya tulis di atas, naik gunung atau kemah bukan kali pertama bagi saya, pernah kemah di sukawana (walapun hanya untuk acara diklat), di bumi perkemahan kiara payung, di ranca upas ciwidey, di perkemahan cikole, di Gunung Pati Semarang, Jayagiri Lembang, dan paling sering di Gunung batu, oke yang terakhir di tulis abaikan saja, gunung yang satu itu gak penting banget, hehe..

Dari kesemua tempat yang pernah kemah itu, baru papandayan yang kayaknya beneran hiking, kenapa bisa demikian? Yang suka naik gunung pasti tahu jawabannya, oke karena yang baca blog ini nampaknya yang nyasar, maka saya sederajatkan ilmu kita semua tentang per hikingan, posisikan diri kita tidak tahu apa-apa tentang gunung dan prosesi hikingnya. Mari saya ajak anda berkelana lewat kata-kata mengenal gunung-gunung yang saya sebut tadi, siapkan mata dan imajinasi anda karena ini akan sangat panjang.

Monday, 4 August 2014

Happy Eid Mubarak and (throwback) 'Ospek'!




Assalamualaikum, hari ini adalah H+7 lebaran Idul Fitri, alias sudah satu minggu setelah lebaran Idul Fitri. Ya, sudah satu minggu, walaupun begitu saya yakin tidak ada kata terlambat untuk mengucapkan “Selamat Hari Raya Idul Fitri 1435 H, Mohon Maaf lahir dan Batin, Taqobbalallohu minna wamingkum shiyamanaa wa shiyyamakum”

Mohon maaf apabila selama saya menulis banyak yang menimbulkan salah persepsi dan ada kata-kata saya yang secara tidak disengaja menyinggung pemilik hati sekalian yang budiman.
Kalau kita melihat ke-dua tahun kebelakang, ada tulisan yang senada dengan yang kali ini saya post, yakni post ini:


Ya, dua tahun yang lalu, selepas lebaran Iedul Fitri saya tengah disibukan dengan mengerjakan tugas-tugas Ospek Jurusan (PPSMJ Analis Kesehatan Poltekkes Bandung). Di akhir postingan itu saya sempat menuliskan seperti gambar ini:

Tuesday, 28 May 2013

(Tiga) Sepekan

Assalamualaikum~
Alhamdulillah bisa menulis untuk blog yang tidak terurus ini, jadi selama ini ngapain aja ya? Merasa tidak konsisten membuat saya agak sedikit malu pada diri sendiri, karena membuat posting rutin, minimal dua minggu sekali di blog saya jadikan resolusi tahun 2013. Dan yeah, resolusi tidak berjalan lancar. Oke tanpa banyak inrto, kita mulai saja dengan apa yang telah saya alami satu bulan kebelakang.
Pertama, pada tanggal 3 Mei biomol mengadakan Foto. Biomol adalah kelompok di PPS Jurusan, ituloh yang pernah saya sebutkan di postingan ini
Setelah sekian lama mengagendakan untuk mengadakan foto bersama, akhirnya bisa juga, lengkap, walaupun teteh mentornya tidak ada semua. Rasanya tidak berlebihankan mengadakan foto sesion untuk biomol, karena mereka adalah saudara seperjuangan saat pps, jadi layaklah mendapat apresiasi khusus. Next time insyaalloh akan saya buat sebuah postingan khusus tentang biomol atau mungkin sepaket posting mengenai hal serupa, hihi..
Dari kanan bawah: saya, rizka, teh evvy, teh ag, reha, rere. Dari kanan atas: gina, hilman, intan, ica, dudung, ineu :)  

    
Kedua, pada tanggal 17 Mei buku PO Rantau 1 Muara akhirnya saya terima juga. Mau tau perasaan saya? BAHAGIA SEKALI, rasanya jadi ingin nge’teweet’ “bahagia itu sederhana, buku yang ditunggu-tunggu ada di tangan juga” yak, ini adalah buku yang sudah saya tunggu sejak lama, di postingan sebelumnya juga saya pernah bahas tentang PO Rantau 1 Muara. Kemarin (tanggal 27 mei 2013) saya telah menyelesaikan membaca buku ini. Rantau 1 Muara benar-benar menyajikan sesuatu yang lebih matang, maksudnya kehidupan alif yang benar-benar menginjak tujuan hidup, di dalam Kata Pengantar dari penulisnya saja ada kalimat seperti ini: “Bagi anda yang sedang heboh mencari kerja, yang sedang berharap-harap cemas mencari jodoh dan yang sedang berjuang mencari makna hidup. Mungkin novel ini bisa menjadi penggelora pencarian-pencarian besar itu”.
Awalnya ada sedikit masalah dengan pengiriman buku ini, tapi rasanya tidak enak untuk menceritakannya, oke kita skip saja ya bagian yang tidak enak itu. Karena toh akhirnya bahagia, alias happy ending. Selalu ada buah yang manis dari Kesabaran.
Maan shabara Zhafira, siapa yang bersabar akan beruntung. Banyak pelajaran yang saya petik dari novel ini, terutama makna kata "Rantau" dan "Muara" yang sebenarnya. Ada juga dialog yang membuat saya betapa memahami esensi hidup kita sebenarnya, dialog antara alif dan ustadz fariz sedikit banyak membuat saya paham bahwa rantau yang dimaksud, mungkin adalah bahwa kita hidup di dunia ini adalah perantau, bukan hanya perantauan dalam makna sempit, tapi lebih luas, merantau di dunia ini, tuk kembali bermuara pada Sang Maha Pencipta, Allah SWT.
pengiriman sampai :)
bonus voucher, dan notebook.
buku ini sudah ditandatangani sesorang yang telah berkeliling benua eropa :)
suatu halaman dalam notebook, tuh buat ikhwan harap notice nya di pahami :D
Ketiga, hari sabtu kemarin tanggal 25 Mei 2013, saya baru saja mengikuti Pengukuhan Calon Anggota Pramuka Haris Darma dan Haris baya di Kampus saya. Jujur, saya hanya mengenal Pramuka di bangu Sekolah Dasar, kalau kata kakak tingkat di pramuka saat ini bolehlah dibilang saya ini “Pramuka Niat”. Entah apa yang mendasari saya untuk mengikuti organisasi yang satu ini di kampus.
Tapi untuk lebih menilik ke belakang alasan utama saya mungkin karena tindaklanjut dari kegiatan Perjumsami (perkemahan jumat sabtu minggu) yang pernah saya ikuti dulu. Jadi saat itu saya atas dasar keinginan sendiri, mengikuti kegiatan Perjumsami (sebagai wakil dari jurusan), di Bumi Perkemahan Kiara Payung, sumedang. Karena tidak memiliki baju pramuka, jadilah saya beli dulu baju pramukanya (kurang niat apa lagi coba? Sampai-sampai membeli bajunya dulu). Saat kegiatan perkemahan itu ada satu macam kegiatan yang membuat saya jatuh hati, yaitu kegiatan Penyuluhan (ya karina kami adalah Pramuka Saka Bhakti Husada, Pramuka yang dinaungi Kementrian Kesehatan), dimana kita sebagai peserta memberi penyuluhan tentang sesuatu yang ada hubungannya dengan kesehatan, saat itu saya bersama teman se-jurusan (Gilang Cahya Nugraha) memberikan penyuluhan mengenai Diare. Entah bagaimana chemistry itu terjalin, antara saya dan warga yang saya beri penyuluhan, setelah selesai kegiatan, saya merasa senang. Inilah mungkin yang disebut pengaplikasian atas ilmu yang kita miliki, saya benar-benar merasa bermanfaat, bisa membantu warga menambah ilmu, dan yang paling penting, saya merasa didengar dan diperhatikan. Saat kegiatan itu, warga (atau masyarakat, walaupun yang berkumpul sekitar  12 orang ibu-ibu) aktif bertanya, apapun yang mereka ingin ketahui dari kami dengan senang hati menjawab apa yang kami tahu, saya pikir inilah yang disebut pengabdian. Hehe
Setelah kegiatan itu usai, kemudian ada pemberitahuan pada tiap jurusan apabila ada yang ingin mengikuti organisasi pramuka, awalnya saya merasa tidak ingin, tapi setelah ingat kegiatan penyuluhan perjumsami itu, kemudian hati saya terpanggil lagi, saya rasa pramuka di perkuliahan itu beda, lebih ke pengabdian terhadap masyarakat. Dan saya memutuskan untuk mengikuti organisasi pramuka (karena sayang juga kalau baju yang saya beli jadi tidak terpakai, kan lebih bermanfaat kalau bisa dipakai lagi, jadi alasan utama bukanlah masalah baju, tapi masalah panggilan jiwa dan atas dasar KEBERMANFAATAN SEGALA HAL)!
Dan saya rasa di organisasi Pramuka inilah saya bisa mengaplikasikan apa yang saya rasa benar, Kami Jadi Pandumu~
Kenapa saya kok jadi so dengan hal-hal yang bermanfaat dan segala macamnya, karena sekali lagi, saya dapat ilmu dari setiap apapun yang saya dengar, setiap berdiskusi dengan teman, dan dari setiap buku yang saya baca, terutama buku terakhir yang saya baca (Rantau 1 Muara), bahwa HIDUP ADALAH PENGABDIAN. DAN KEBERMANFAATAN. Dan ada pula dalam sebuah Hadist “Dan sebaik-baiknya manusia adalah orang yang paling bermanfaat bagi orang lain.” Saya mengenal hadist ini dari buku yang saya baca di rumah ibu (nenek) dan petuah dari Paman saya, sebelum saya kuliah dan menjadi anak kossan. Kemudian, dulu sebelum melakukan wawancara Hima, saya melakukan perenungan tentang visi, misi, dan motto hidup saya. Saya bertanya pada diri saya sendiri, kemudian menjadi orang yang bermanfaat bagi lingkungan dan orang lain saya masukkan dalam motto hidup saya, ya Menjadi Sebermanfaatnya makhluk Allah SWT, aamiin
Bendera yang tertiup angin, di perkemahan, kiara payung.
Pagi hari saat pengukuhan, kami berjanji, semoga amanah ya :)

Thursday, 25 April 2013

Segenap~

Assalamualaikum~
Hallluuuuuuuuu~ 
Hari ini rampung sudah UTS semester Genap yang saya lalui sebagai mahasiswi jurusan Analis Kesehatan Poltekkes Kemenkes RI Bandung.
Oh iya, mau nyapa dulu otak.
"Heiii otak, apa kabar? maaf ya udah bikin kamu lelah selama 4 hari kebelakang, insyaalloh kamu bakalan diajak refreshing kok" "amiiin :)" *ini nampaknya agak-agak sters ya, yaudah sih ya*
Tadinya saat ini tuh mau tidur saja, tapi dipikir-pikir lagi pengen nulis sesuatu juga, ada kemungkinan isi posting kali ini isinya "sesuatu semuanya". Jadi mau nyeriatin apa ya kali ini?
Oh iya, bagaimana kalau kita mereview apa saja yang telah dilewati dari hari senin sampai dengan hari ini? Oke, sebenernya sih agak-agak males juga nyeritainnya, tapi tak apa lah.
Jadi begini:
1. hari senin jadwal dimulai dari Mata Kuliah: Kimia Analitik dan Bakteriologi. Yang saya sebut paling awal adalah musuh bebuyutan saya. Gak percaya? nih udah ada dari dahulu kala sejak SMA. Saya sama sekali tidak tau skenario apa yang dipersiapkan oleh Allah SWT sehingga bisa terjebak lagi bersama kimia ini.
dulu dan sekarang sama saja
Kemudian, entah itu dulu atau sekarang rasanya tak ada yang membedakan, kimia tetap membuat saya patah hati. Semester satu ada mata kuliah Kimia Fisika, bisa dibayangkan? Kimia aja menyebalkan, ditambah fisika, dan mereka berdua berkoalisi untuk menghancurkan saya. Dan kabarnya di semester tiga ada matakuliah Amami (analisi makanan dan minuman) yang merupakan gabungan mata kuliah kimia analitik dan biologikimia, persekongkolan macam apalagi ini yang direncanakan kalian. FYI aja ya, biologikimia juga susah gitu, gugus-gugus itu, entahlah. Mungkin memang benar apa yang dikatakan sherina lewat lagunya, lihatlah lebih dekat, "lihat segalanya lebih dekat dan 'ku akan mengerti". Saya bukannya tidak mencoba untuk menyukai atau tidak melihat lebih dekat (red: Kimia), bukannya tidak mau untuk mengerti dan terus mendekati. Tapi tetap saja ada yang tak bisa dipahami, atau lebih tepatnya manusia memang selalu tidak bisa mengerti seutuhnya karena yang utuh hanyalah manusianya itu sendiri (ini entah maksudnya apa yang jelas kalimat ini adalah kalimat "ngeles"). Kalian tidak percaya saya "menyukai" kimia? ini buktinya: 
Ini apabanget "rina asamara likes chemistry"
Sekarang Percaya kan? Haha, demi apalah saya suka kimia, aduh selamat yaa sudah bisa suka, jadi pengen bikin banner tulisannya "I love Chemistry"
Kalau kalian bertanya, lantas "kenapa masuk analis kesehatan? emang sebelumnya gak liat dulu gitu mata kuliah nya apa aja?" Saya awalnya berpikir kalau di analis kesehatan itu ya kaya yang di reportase investigasi gitu, mengidentifikasi itu makannya menganduk boraks atau tidak, ternyata prakteknya sih memang ada yang begitu, tapi di teorinya ternyata Kimia yang gak terlalu beda jauh sama yang waktu SMA, kalian boleh percaya atau tidak, dulu saat kelas 3 SMA saya pernah bilang sama diri sendiri, "udah ah kuliah nanti gak akan masuk ke jurusan yang ada kimia-kimianya" dan buktinya apa sekarang? Here I'am.. with chemistry. Rupanya semesta ingin saya lebih dekat lagi dengan kimia, ingin menguji kesabaran saya.
Makanya jangan terlalu benci-benci banget sama suatu hal, nanti malah jadi sejoli lagi -__-". Dan hati-hatilah juga dengan ucapan kalian dan jangan pernah mencobanya. Tapi beruntung juga, ada teman yang memberi semangat begini: "rasa takut itu makhluk Allah juga, dan sebaik-baiknya makhluk adalah manusia, jadi hadapi saja". ya hadapi saja, dengan senyuman. 
Apa harus jadi seperti ini? :')
2. Oke kita skip saja langsung ke mata kuliah hari yang di UTS kan hari ini, yaitu "instrumentasi dan Promkes" (sebenernya ada juga sih matakuliah yang menguras otak lainnya, contohnya patofisiologi, hafalannya ituloh, mantaaap, bikin jalan jadi keleyengan). nah kali ini yang saya sebutkan pertama juga jadi bumerang dalam hidup saya. Nilai matakuliah instrumentasi semester Genap saya tidak begitu bagus, entah karena apa, padahal yang kita pelajari di matakuliah ini adalah Alat. Instumen itu kalau bisa saya sebutkan dalam satu kata saja yang mewakili adalah "abstrak". Ya, dosennya menjelaskan apa itu alatnya, prinsipnya dan cara kerjanya, tapi alatnya tidak ada di hadapan kita, jadi ya membayangkan sendiri atau berimajinasi sendiri lah setiap matakuliah instrumen tiba. Dan lagi-lagi saya hanya bisa bersabar, memulai duluan untuk mengerti atau berusaha dulu, namun kemudian jika tidak mengerti, yaaa..bersabar lagi sajalah~
yeah, i just want to be saved :))
Saya percaya, saya lemah dalam matakuliah tersebut, tapi pasti ada yang menjadi keunggulan saya, atau potensi saya, hanya saja mungkin belum menemukan. Okelah saya lemah dalam kimia analitik teori, tapi buktinya toh hasil UAS kemarin saya dapat "A" dalam matakuliah Kimia Analitik Praktek (ini bukan mau sombong ya, tapi berusaha menyemangati diri bahwa ada juga pelangi setelah turunnya hujan).
Kalau ingat dengan kata-kata Man Shabara Zhafira jadi inget juga sama novelnya A.Fuadi, dan serial terakhirnya "Rantau 1 Muara" udah mau beredar di toko buku, tak terlewatkan saya juga Pre Order, harusnya sih minggu ini udah ada di tangan, tapi ternyata diundur jadi tanggal 18-19 Mei nanti, ohh noo.. itukan lama sekali. Ya bersabar sajalah lagi :)
baiklah saya maafkan
Dan tadi sempet juga buka-buka website unpad (yeah i'm victim snmptn for HI unpad), iseng dan jadi keinget lagi, 

Apakah bisa diwujudkan? apakah mesti mencoba lagi, atau meneruskan apa yang telah dijalani?
Apakah masuk HI itu memang hanya mimpi dikala tidur saja, dan ketika bangun kembali harus lupa atau akan terlupakan dan kembali layaknya sebuah alusi, dan harus kembali lagi pada rutinitas sehari-hari sebagai mahasiswa di sini, melangkahkan kaki lagi dari kossan ke kampus di pagi hari, ketika matahari dengan hangat menyentuh kulit dan udara masih sangat sejuk, melewati koridor dan melihat lagi daun dan buah murbey yang memerah, setiap hari, begitu~
hai, murbey koridor :)
Apakah memang harus begini?
Baiklah posting kali ini sampai sini saja, rasanya saya mengantuk, ingin tidur, dan bermimpi jadi.. ah sudahlah..
Bye~

Tuesday, 15 January 2013

Ujian (dalam perspektif islam) ~

*menghela nafas*
Saya ucapkan, salam pembuka pada posting kali ini.
Assalamualaikum kepada semua yang hendak mampir di blog saya, semoga Allah S.W.T senantiasa memberikan ridho, hidayah, serta inayahnya kepada kita semua.
Entah kenapa posting saya kali ini akan sedikit berbau rohani, atau agak disangkut pautkan dengan ajaran agama islam, bukan maksud saya so religius, hanya saja mencoba membedah masalah kontemporer (jangan tanya kontemporer itu apa, saya juga tidak tau, hehe) berdasarkan apa yang saya alami akhir-akhir ini, atau hingga detik ini, setelah selesai menjalani Ujian Akhir Semester Ganjil di Polekkes Kemenkes RI Bandung sebagai mahasiswa di jurusan Analis Kesehatan.
Ya, hari ini hari terakhir UAS teori (terlalu enggan menyebut hari terakhir, karena di semester yang akan datang juga akan ada uas teori lagi) dan mulai besok akan ada UAS praktek.
jadwal uas teori
 UAS bagi saya sangat ujian (ambigu memang) dalam hidup, ya hidup kita memang dipenuhi dengan ujian, apalagi mengetahui ujiannya tuh sebagai mahasiswa analis kesehatan, agak-agak enggan karena mengingat mata kuliah yang diujiankan itu sangat-sangat ilmiah, atau sains banget istilahnya. Saya pernah merasa ingin putus asa saja di jurusan ini, tapi kasian orang tua yang mendukung saya, yang selalu mendo'a kan saya supaya jadi anak yang pintar, dilancarkan ujiannya, ketika saya down, selalu saja saya ingat apa kata Orangtua saya, terutama Mamah, kekuatan saya yang membuat saya masih bertahan di sini adalah karena dukungan penuh dari Mamah, dan juga atas ketenangan hati yang Allah SWT berikan kepada saya, tanpa itu saya tidak bisa apa-apa, saya hanya seonggok daging tanpa haluan dan tujuan hidup.
Kalau tau akan masuk di jurusan Analis Kesehatan, mungkin saat SMA saya akan belajar Kimia dengan sungguh-sungguh tanpa merasa ogah-ogahan, tapi yasudahlah, jalani saja apa yang sekarang dipilih, toh kembali pada apa yang telah ada dalam suatu keterangan bahwa apapun yang Allah berikan selalu bermaksud baik, apa yang Allah ujian-kan kepada kita pasti memiliki tujuan yang baik, selalu berpositif thinking itu prinsip hidup saya, terutama akan takdir yang Allah berikan.
Atas dasar itu saya mau membagi suatu pencerahan kepada pembaca semuanya mengenai ujian, seperti yang akan saya kutip di bawah ini, diambil dari buku pak AAM AMIRUDIN " BEDAH MASALAH KONTEMPORER" mengenai Trik Menghadapi Ujian Hidup. Ya, UAS merupakan salah satu sebagan ujian kecil dalam hidup kita, bagaimana cara kita menghadapi (salah satu) ujian hidup itu? beginilah kata Pak Aam:
"Ujian merupakan ekspresi cinta Allah kepada kita atau wujud sayang Allah SWT. agar kita lebih matang dang dewasa dalam menghadapi persoalan. Semakin besar dan banyak cobaan yang Allah turunkan, makin besar pula pahala dan sayang Allah yang akan dilimpahkan kepada kita. Dengan catatan, kita bisa menyelesaikan setiap ujian itu secara baik. Ujian akan menghapuskan dosa-dosa yang pernah kita kerjakan. Selalu berfikir positif bahwa apapun yang menimpa diri kita akan menjadi kebaikan. Yakinlah bahwa setelah kita menghadapi kesulitan akan mendapatkan kemudahan. Selalu optimis bahwa kita bisa menyelesaikan setiap ujian yang Allah SWT berikan, karena Allah tidak akan memberikan ujian di luar kemampuan hamba-Nya (Q.S Al-Baqarah 2: 286). Hadapi ujian dengan usaha dan do'a"
tips dari pak Aam
ujian menjadi sarana untuk mendapatkan ridho dan cinta-Nya
profile pak Aam
cover buku

Ya, apa yang pak Aam sebutkan sama seperti apa yang saya rasakan, dengan adanya uas ini, saya lebih dekat dengan Allah, tak hanya dengan Allah, tapi juga dengan sahabat-sahabat sekossan, kita jadi sering sholat berjamaah (positifnya dari UAS, semoga tetap berlanjut sholat berjamaahnya). Insyaalloh setelah ujian ini akan ada kemudahan dan kebahagiaan, contohnya liburan, bagaimanapun hasil ujiannya nanti, saya serahkan pada Allah kembali.. :)
Semoga tulisan saya kali ini bisa berkah dan bermanfaat bagi kita semua, Amiin :)
Wassalamualaikum~ :)

Monday, 20 August 2012

Happy ied, welcome 'Ospek'!

Wow sekarang ini lebaran hari ke 2 yaa..
Kalo gitu, Mohon maaf lahir dan Batin ya Semuanya yang baca (iya, semua yang baca, gak peduli gak ada yang baca juga yang penting sudah disampaikan).
Gak nyangka banget udah lebaran aja, perasaan baru kemaren deh posting tentang hal-hal yang dilakuin sebelum bulan ramadhan. So kemana aja gueh (gahol) selama bulan puasa? Kok kaya siluman, menghilang begitu saja, atau jangan-jangan aku tuh butiran debu lagi? (alias gak penting banget).
Jadi gini, selama bulan puasa aku sibuk banget, kenapa bisa sibuk banget? (untuk pertanyaan yang satu ini jawabannya bakalan panjaaanngg banget).
Diawali dari masuknya (lulus ujian) di Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Bandung. Wow aku keterima loh, jurusannya apa? By the way jurusannya tuh Analis Kesehatan. Pasti banyak yang gak tau deh apa itu profesi analis. Sesungguhnya aku sangat sebel dengan ketidak tahuan orang-orang pada jurusan yang aku ambil ini, terbukti tiap ada yang nanya:
"rin, diterusin kuliah dimana?"
"poltekkes kemenkes bandung :)"
"jurusannya apa?"
"analis kesehatan :)"
"apa itu teh?"
"...(ngejelasin) "
yaap begitulah jadinya tiap ada yang nanya.
Jadi gini, analis kesehatan tuh profesi yang bekerja pada sarana kesehatan yang melaksanakan pelayanan pemeriksaan, pengukuran, penetapan, dan pengujian terhadap bahan yang berasal dari manusia atau bahan bukan dari manusia untuk penentuan jenis penyakit, penyebab penyakit, kondisi kesehatan atau faktor-faktor yang dapat berpengaruh pada kesehatan perorangan dan masyarakat. Sarana kesehatan ini berbentuk Laboratorium Kesehatan seperti Laboratorium Patologi Klinik yang memeriksa sampel berupa cairan-cairan tubuh manusia seperti darah, sputum, faeces, urine, liquor cerebro spinalis (cairan otak), dan lain-lain untuk mendapatkan atau hasil sebagai penegakan diagnosa terhadap suatu penyakit. Cakupannya juga luas yakni meliputi pemeriksaan mikrobiologi (bakteri), parasitologi (fungi, protozoa, cacing), hematologi (sel-sel darah serta plasma), imunologi ( antigen, antibodi), kimia klinik (hormon, enzim, glukosa, lipid, protein, elektrolit, dll). Analis kesehatan juga ada yang bekerja di Laboratorium Patologi Anatomi yang memeriksa sampel berupa jaringan hasil operasi (histopatologi). Selain itu banyak pula yang bekerja di industri makanan dan minuman, obat serta kosmetik karena dalam kurikulum pengajarannya terdapat mata kuliah Kimia Analitik, Kimia Makanan dan Minuman, serta Toksikologi. (informasi ini aku dapet dari blog yang sekarang udah gak aktif: http://darikakigunungitu.wordpress.com)
Ngerti kan sekarang!
Setiap Maba (mahasiswa baru) pasti melalui suatu proses yang dinamakan Ospek. Bagi aku ospek adalah tahapan yang begitu sulit, kenapa? Karena kita jadi disuruh bawa ini itu, disuruh ngerjain ini dan itu, ngeluarin materi yang gak sedikit pula. Dan hal ini lah yang bikin aku sibuk selama sebulan, jadi gini sebelum ospek jurusan, bulan juli kemaren tanggal 30-31 aku ngejalanin yang namanya Pra ospek (pra ppsm) di 2 hari itu ada sesuatu (sebanyak) yang harus disiapin buat ospek jurusannya, dan tugasnya itu kalo kata aku sih banyak. Yang banyak nya itu bikin artikel, ditulis tangan pula. Tapi mungkin semua itu ada tujuannya. Sempet takut juga sama yang namanya ospek, takut aja gitu ada bayang-bayang senioritas dibaliknya. Padahal aku tuh pengennya dimanapun selalu ada 'kemanusiaan yang adil dan beradab.' jadi menghadapi ospek nanti 27 agustus - 1 september , aku berharap akan kembali utuh dan sehat wal'afiat tanpa ada satu hal pun yang kurang. bye the way, ngomong-ngomong masalah ospek, ada juga loh di postingan bang alit ini. Jadi lumayan ada referensi lah, hoho
Setelah ospeknya beres, i promise.. i will tell to you what happened with me then..
Soooo Wish Me Luck ya Guys and Girls.. hihihi