Showing posts with label my notes. Show all posts
Showing posts with label my notes. Show all posts

Wednesday, 30 December 2015

Things I've Done in 2015

Satu hari lagi, tahun 2015 akan tutup buku. Sebenarnya sih biasa saja, tapi manusia itu kadang menanggapi moment dengan tidak biasa, bagi saya pencapaian tidak selesai hanya di batas tahun, tapi sampai hal itu bisa benar-benar di gapai, dan menjalaninya, atau bahkan melewati moment itu, namun pencapaian kadang butuh deadline, butuh target, supaya kita tidak lupa, supaya hal itu diusahakan. Mungkin seperti itulah tujuan resolusi dibuat menjelang pergantian tahun.

Moment pergantian tahunnya sendiri bisa saja biasa, tapi setidaknya apa yang ingin kita gapai, tidak biasa saja. Hidup itu kalau tidak memiliki goal, atau bahkan angan-angan, kita hanya akan seperti air yang mengalir, terbawa arus, berjalan, tapi hanya mengikuti.

Kalau saya mau mereview “what i’ve done” di tahun ini, rasanya banyak sekali, meski tak setiap moment itu terabadikan, tersampaikan, terdokumentasikan, bahkan terpublikasikan. Salah satu yang heroik, berada di awal tahun, ketika foto saya di repost  walikota bandung tercinta, Ridwan Kamil, dan masuk instagram yang lumayan hits (@ explorebandung).


Friday, 6 February 2015

Judulnya sama “Menulis” Semangatnya Berbeda

screenshot dari akun (@yeahmahasiswa)
Hari ini saya lagi duduk agak menyepi di perpustakaan kampus, diluar jendela terdengar suara hujan yang lebat di ikuti petir yang saling menyambar. Ironi, dikala yang lain mungkin tengah menikmati waktu siang di rumah, atau bahkan terlelap dalam mimpi, namun aku disini lebih tertarik untuk menuliskan beberapa patah kata pembuka yang tak sempat disampaikan di pembuka awal tahun 2015 ini. Ah, sungguh sudah sangat terlalu lama aku bersikap so sibuk dan tidak memperbarui postingan di blog. Silahkan caci aku murtad jika engkau begitu mengharapkan aku untuk konsisten menulis, karena aku pun telah terlebih dahulu mencaci diri sendiri.---

Asik banget ya kayaknya prolog di atas, agak-agak satir gimana gitu ya (Jangan tanya satir itu apa). Jadi akhir-akhir ini saya tidak menghentikan aktifitas atau hobi menulis, hanya saja apa yang biasanya ditulis di laptop dan disajikan di blog kemudian beralih media. Saat ini saya sedang fokus menulis untuk kemudian disajikan dalam kumpulan lembaran kertas, yang tujuannya adalah sebagai syarat untuk menyelesaikan Program Studi atau sebagai Tugas Akhir mahasiwa tingkat akhir.

Sunday, 18 August 2013

The Reasons~

بِسْÙ…ِ اللهِ الرَّØ­ْمنِ الرَّØ­ِيمِ

Assalamualaikum...
Apa kabar kalian semua, ya kalian semua yang sempat curi-curi buka blog saya dan mendapati tidak ada update terbaru, maka maafkan atas ke-tidak-konsistenan saya dalam menulis di blog ini.
Memang sudah sangat lama nampaknya, dari mulai sehari sebelum ulang tahun saya (Rina Asmara, 29 Mei 2013) sampai saat ini.
Sangat banyak yang telah terlewati, mulai dari event-event besar semacam ulang tahun, kegiatan hari lingkungan hidup, uas, bulan ramadhan, baksos yang luar biasa, Lebaran Iedul Fitri dan reuni bareng temen-temen G.O.D (Glory of Decolores).
Saya jadi sering menulis kecil-kecilan di tumblr, bagi yang mau follow silahkan follow tumblr saya di (rinunni.tumblr.com) insyaallah bermanfaat, karena tumblr saya jadikan ajang dakwah, untuk memperbaiki diri dari membaca tulisan orang lain sampai tulisan yang saya buat sendiri ketika mengalami suatu hal yang bisa menjadi renungan bagi saya khususnya, bagi orang lain umumnya.
Di blog ini juga jadi saya tambahkan kolom komentar, walupun nampaknya belum berjalan sempurna, karena jujur saya bingung pengaturannya, hal itu saya lakukan atas saran dari teman saya Mas Gilang Cahya Nugraha, ya setelah saya berpikir ulang, komentar akan menjadikan blog terasa hidup dengan adanya interaksi dan membuat kita tumbuh dari saran atau tanggapan orang lain, lagipula apapun itu bentuknya, mau komentar, pujian ataupun cacian, kita harus menjadikannya bahan pelajaran, karena hal itulah yang membentuk kita.
Oke, saya menulis lagi kali ini tidak serta merta begitu saja. Tetapi karena suatu hal yang membuat saya berkata dalam hati “ya saya harus menulis lagi”. Ternyata saya memiliki seorang fans, diam-diam dia suka buka blog saya, hari ini dia bertanya “kenapa gak update lagi tulisan di blog?”. Kemudian saya tersanjung (bukan, bukan tersanjung yang sinetron itu), saya senang mengetahui ada yang baca tulisan saya, saya senang dikenal sebagai Rina Asmara yang suka menulis dan tulisannya berbau “Mario Teguh” alias motivasi (ya sebagian, katanya) saya sangat senang bisa dikenal dengan pribadi saya yang ini (ngelap air mata yang menetes). Oke tidak usah saya jelaskan siapa fans itu, karena dia pasti akan sangat marah saya panggil fans, haha.. ^^v
Dulu saya pernah berkeinginan, akan ada seseorang yang suka dengan tulisan saya, membacanya, kemudian mengomentarinya (walupun hal semacam ini dulu sering terjadi di catatan fb saya, dan yang membaca kemudian meninggalkan komentar adalah teman-teman dalam keseharian saya yang dipaksa, karena saya tag :p ). Dengan berjalannya waktu, kegiatan membuat catatan di facebook sudah sangat jarang, entah apa yang mengalihkan kebiasaan ini, yang pasti saya kangen dengan kehidupan saya yang dulu, ya jaman nulis catatan di facebook itu.
Saya ingin ada seseorang yang mengenal saya lewat tulisan-tulisan saya di media sosial, ambil contoh di blog, tumblr atau catatan facebook. Seperti saya mengenal (kemudian menyenangi) Raditya Dika lewat tulisannya di blog, tapi sekarang ini radityadika semacam sibuk dengan kegiatannya yang lain dan jarang update tulisan di blognya lagi, i miss that radityadika.
I really wish the stranger will like my wrote.
 
Saya selalu ingin menjadi alasan kenapa seseorang itu tersenyum, ingin menjadi alasan kenapa seseorang harus bersemangat, menjadi alasan kenapa hari-hari seseorang itu menjadi menyenangkan dan lebih berwarna, menjadi alasan kenapa dia terlahir ke dunia (oke yang terakhir ini agak horor, abaikan saja ya).
Saya pernah membaca posting sesorang di tumblr, kurang lebih isinya begini “Jadilah alasan bagi seseorang untuk selalu bersemangat”. Dan saya juga akan bangga jika saya bisa menjadi begitu dan juga alasan bagi seseorang untuk bisa tersenyum, ingat ya senyum dan tertawa itu berbeda apalagi jadi bahan ditertawakan orang lain.
Jadilah alasan bagi seseorang....(play lagu The Reason-nya Hoobastank)
Pernah kah kalian bertemu, oh tidak, atau mungkin apakah kalian memiliki seseorang yang menjadi alasan kalian kenapa bisa tersenyum, alasan kalian kenapa mesti tetap menjalani hari-hari kalian yang berat dan sangat melelahkan, tapi kalian harus tetap bersemangat dan berjuang dan berkata “my life must go on because....”
Saya memiliki seseorang itu , atau mungkin bukan seseorang, tapi banyak orang. Salahsatunya pasti sangat bisa ditebak, saya menyebutnya salahdua, mereka adalah kedua orang tua saya.
Saya memiliki alasan kenapa harus tetap berjuang dalam hidup, memiliki alasan kenapa tidak boleh sakit, alasan kenapa saya harus belajar dengan giat, kenapa saya tidak boleh sampai remedial dalam ujian-ujian saya (dan walaupun ada remedial, itu akan memuliakan saya karena belajar lebih daripada orang lain), kenapa saya harus menjadi anak yang sholehah dan dapat bermanfaat bagi orang lain, kenapa saya harus sebisa mungkin memperkecil dosa saya, dan salahdua alasan itu yakni karena Kedua Orang Tua saya.
FYI, saya suka mendengarkan radio Oz (Oz radio Bandung 103,1 FM) ada satu siaran yang sangat bermanfaat, yaitu di pagi hari dari jam 5 – 6 pagi, Pak Aam Amirudin dengan tajuk siarannya Percikan Iman. Suatu ketika, saya mendengar siarannya mengenai anak yang sholeh atau sholehah yang memberikan tambahan pahala bagi orang tuanya, jadi kalau kita membuat suatu kebaikan, maka hal itu menjadi kebaikan pula bagi kedua orang tua kita, tanpa mengurangi pahala yang kita miliki, semacam bonus bagi kedua orang tua kita, maka anak yang sholeh atau sholeha adalah lifetime achievement bagi orang tua (Memiliki banyak anak yang sholeh dan sholehah menjadi mimpi saya kemudian, aamiin).
Ada banyak suatu hal yang menjadikan apapun yang saya lakukkan ini karena orang tua, mulai dari berhijab, kuliah dibidang kesehatan, dan banyak lagi lainnya. Tapi hal yang saya lakukkan itu tidak serta merta karena paksaan, tapi karena dorongan hati juga, dan kesadaran, serta karena kita telah mengetahui bagaimana kah kebenaran itu, maka alangkah baiknya jika kita melaksanakannya. Pengetahuan akan kebaikan itu perlu untuk dijemput, bukannya menunggu hidayah datang.
Sekelompok orang juga yang menjadi alasan saya kenapa bisa tersenyum adalah teman-teman saya, yang membuat saya nyaman berada bersamanya, sharing , dan membuat saya bersemangat juga. Banyak sekali teman yang bisa membuat saya seperti ini, yang membuat saya lupa waktu kalau sedang berdiskusi dengannya, membuat saya memperbaiki diri, dan yang penting, saling memberi motivasi ketika sedang down. Terimakasih kawan, saya tau, kamu pasti mendapat banyak pahala karena membuat seseorang menjadi tersenyum dan bersemangat.
Pada akhir tulisan kali ini, yang terpenting jadilah orang yang baik, yang kehadirannya dinantikan orang lain, yang kehadirannya membawa pengaruh positif, dan jadilah alasan kenapa seseorang bisa leih baik karena mu, alasan kebersemangatannya, alasan ke-tersenyuman-nya, alasan dia mau terus hidup..(oke mulai lebay lagi, skip....)
Semoga bermanfaat yaaa..
Wassalamualaikum~

Thursday, 25 April 2013

Segenap~

Assalamualaikum~
Hallluuuuuuuuu~ 
Hari ini rampung sudah UTS semester Genap yang saya lalui sebagai mahasiswi jurusan Analis Kesehatan Poltekkes Kemenkes RI Bandung.
Oh iya, mau nyapa dulu otak.
"Heiii otak, apa kabar? maaf ya udah bikin kamu lelah selama 4 hari kebelakang, insyaalloh kamu bakalan diajak refreshing kok" "amiiin :)" *ini nampaknya agak-agak sters ya, yaudah sih ya*
Tadinya saat ini tuh mau tidur saja, tapi dipikir-pikir lagi pengen nulis sesuatu juga, ada kemungkinan isi posting kali ini isinya "sesuatu semuanya". Jadi mau nyeriatin apa ya kali ini?
Oh iya, bagaimana kalau kita mereview apa saja yang telah dilewati dari hari senin sampai dengan hari ini? Oke, sebenernya sih agak-agak males juga nyeritainnya, tapi tak apa lah.
Jadi begini:
1. hari senin jadwal dimulai dari Mata Kuliah: Kimia Analitik dan Bakteriologi. Yang saya sebut paling awal adalah musuh bebuyutan saya. Gak percaya? nih udah ada dari dahulu kala sejak SMA. Saya sama sekali tidak tau skenario apa yang dipersiapkan oleh Allah SWT sehingga bisa terjebak lagi bersama kimia ini.
dulu dan sekarang sama saja
Kemudian, entah itu dulu atau sekarang rasanya tak ada yang membedakan, kimia tetap membuat saya patah hati. Semester satu ada mata kuliah Kimia Fisika, bisa dibayangkan? Kimia aja menyebalkan, ditambah fisika, dan mereka berdua berkoalisi untuk menghancurkan saya. Dan kabarnya di semester tiga ada matakuliah Amami (analisi makanan dan minuman) yang merupakan gabungan mata kuliah kimia analitik dan biologikimia, persekongkolan macam apalagi ini yang direncanakan kalian. FYI aja ya, biologikimia juga susah gitu, gugus-gugus itu, entahlah. Mungkin memang benar apa yang dikatakan sherina lewat lagunya, lihatlah lebih dekat, "lihat segalanya lebih dekat dan 'ku akan mengerti". Saya bukannya tidak mencoba untuk menyukai atau tidak melihat lebih dekat (red: Kimia), bukannya tidak mau untuk mengerti dan terus mendekati. Tapi tetap saja ada yang tak bisa dipahami, atau lebih tepatnya manusia memang selalu tidak bisa mengerti seutuhnya karena yang utuh hanyalah manusianya itu sendiri (ini entah maksudnya apa yang jelas kalimat ini adalah kalimat "ngeles"). Kalian tidak percaya saya "menyukai" kimia? ini buktinya: 
Ini apabanget "rina asamara likes chemistry"
Sekarang Percaya kan? Haha, demi apalah saya suka kimia, aduh selamat yaa sudah bisa suka, jadi pengen bikin banner tulisannya "I love Chemistry"
Kalau kalian bertanya, lantas "kenapa masuk analis kesehatan? emang sebelumnya gak liat dulu gitu mata kuliah nya apa aja?" Saya awalnya berpikir kalau di analis kesehatan itu ya kaya yang di reportase investigasi gitu, mengidentifikasi itu makannya menganduk boraks atau tidak, ternyata prakteknya sih memang ada yang begitu, tapi di teorinya ternyata Kimia yang gak terlalu beda jauh sama yang waktu SMA, kalian boleh percaya atau tidak, dulu saat kelas 3 SMA saya pernah bilang sama diri sendiri, "udah ah kuliah nanti gak akan masuk ke jurusan yang ada kimia-kimianya" dan buktinya apa sekarang? Here I'am.. with chemistry. Rupanya semesta ingin saya lebih dekat lagi dengan kimia, ingin menguji kesabaran saya.
Makanya jangan terlalu benci-benci banget sama suatu hal, nanti malah jadi sejoli lagi -__-". Dan hati-hatilah juga dengan ucapan kalian dan jangan pernah mencobanya. Tapi beruntung juga, ada teman yang memberi semangat begini: "rasa takut itu makhluk Allah juga, dan sebaik-baiknya makhluk adalah manusia, jadi hadapi saja". ya hadapi saja, dengan senyuman. 
Apa harus jadi seperti ini? :')
2. Oke kita skip saja langsung ke mata kuliah hari yang di UTS kan hari ini, yaitu "instrumentasi dan Promkes" (sebenernya ada juga sih matakuliah yang menguras otak lainnya, contohnya patofisiologi, hafalannya ituloh, mantaaap, bikin jalan jadi keleyengan). nah kali ini yang saya sebutkan pertama juga jadi bumerang dalam hidup saya. Nilai matakuliah instrumentasi semester Genap saya tidak begitu bagus, entah karena apa, padahal yang kita pelajari di matakuliah ini adalah Alat. Instumen itu kalau bisa saya sebutkan dalam satu kata saja yang mewakili adalah "abstrak". Ya, dosennya menjelaskan apa itu alatnya, prinsipnya dan cara kerjanya, tapi alatnya tidak ada di hadapan kita, jadi ya membayangkan sendiri atau berimajinasi sendiri lah setiap matakuliah instrumen tiba. Dan lagi-lagi saya hanya bisa bersabar, memulai duluan untuk mengerti atau berusaha dulu, namun kemudian jika tidak mengerti, yaaa..bersabar lagi sajalah~
yeah, i just want to be saved :))
Saya percaya, saya lemah dalam matakuliah tersebut, tapi pasti ada yang menjadi keunggulan saya, atau potensi saya, hanya saja mungkin belum menemukan. Okelah saya lemah dalam kimia analitik teori, tapi buktinya toh hasil UAS kemarin saya dapat "A" dalam matakuliah Kimia Analitik Praktek (ini bukan mau sombong ya, tapi berusaha menyemangati diri bahwa ada juga pelangi setelah turunnya hujan).
Kalau ingat dengan kata-kata Man Shabara Zhafira jadi inget juga sama novelnya A.Fuadi, dan serial terakhirnya "Rantau 1 Muara" udah mau beredar di toko buku, tak terlewatkan saya juga Pre Order, harusnya sih minggu ini udah ada di tangan, tapi ternyata diundur jadi tanggal 18-19 Mei nanti, ohh noo.. itukan lama sekali. Ya bersabar sajalah lagi :)
baiklah saya maafkan
Dan tadi sempet juga buka-buka website unpad (yeah i'm victim snmptn for HI unpad), iseng dan jadi keinget lagi, 

Apakah bisa diwujudkan? apakah mesti mencoba lagi, atau meneruskan apa yang telah dijalani?
Apakah masuk HI itu memang hanya mimpi dikala tidur saja, dan ketika bangun kembali harus lupa atau akan terlupakan dan kembali layaknya sebuah alusi, dan harus kembali lagi pada rutinitas sehari-hari sebagai mahasiswa di sini, melangkahkan kaki lagi dari kossan ke kampus di pagi hari, ketika matahari dengan hangat menyentuh kulit dan udara masih sangat sejuk, melewati koridor dan melihat lagi daun dan buah murbey yang memerah, setiap hari, begitu~
hai, murbey koridor :)
Apakah memang harus begini?
Baiklah posting kali ini sampai sini saja, rasanya saya mengantuk, ingin tidur, dan bermimpi jadi.. ah sudahlah..
Bye~

Wednesday, 4 July 2012

Jalan-jalan Murah Ke Situ Cisanti


Jadi liburan panjang kali ini sangatlah kurang refreshing, kegiatan di rumah bener-bener monoton, dan jenuh membuatku jadi sangat ngantuk, bak beruang kutub yang lagi berhibernasi, ya tidur terus bawaannya. Skema kegiatan semasa liburan kalo gak kemana-mana: bangun tidur-sarapan-nonton tv sampe siang-tidur siang-makan-nonton tv sampe malem-tidur lagi, ya terus seperti itu seperti lingkaran setan yang tak pernah ada habisnya dan membosankan. So pada hari minggu tanggal 2 juli 2012 diputuskanlah untuk jalan-jalan murah meriah bersama ma bestpren Neng shella, yaitu JJM ke Situ Cisanti *jengjengjeng*.
Situ Cisanti terletak di Desa Taruma Jaya, Kecamatan Kertasari  Kabupaten Bandung,  Jawa Barat.
Berangkat dari rumah menggunakan Sepeda Motor mulai jam 10.30 wib. Mungkin karena keadaan di jalan agak macet dan nyantai aja, maka sampe di sana sekitar pukul 12.10 WIB, ya lumayan memakan waktu sekitar  1,5 jam. Ini mungkin karena faktor sebagian infrastruktur jalan yang kurang bagus alias berbatu-batu, tapi sebagian sudah sangat bagus, dan disepanjang perjalanan mata kita akan dimanjakan oleh pemandangan alam yang sangat indah (ini seriusan).
Hanya saja sekedar saran, meskipun cuaca saat ini menunjukkan musim panas tapi di daerah sekitar objek  situ cisanti tetaplah sangat dingin dan anginnya menusuk sampai tulang (lebay), jadi disarankan untuk memakai jaket+sarung tangan, dan disarankan pula memakai masker penutup hidung  mengingat ada beberapa spot jalan yang sangat berdebu. 


Harga tiket masuk ke Situ Cisanti sangatlah murah, hanya Rp. 2500,- per orang. Ini bener-bener sangat murah, bayangin aja dengan harganya yang semurah itu kita bisa jalan-jalan muter-muter  situ, ya walaupun hanya jalan-jalan. Dan karena kita (aku+shella) bingung mau ngapain dulu, akhirnya kita foto-foto dulu gitu. Kocak banget deh:
Setelah foto-foto, kita memutuskan untuk jalan-jalan lagi(karena tidak ada aktivitas lain lagi). Ada satu hal yang sangat disayangkan dari Situ Cisanti ini yaitu banyak Anjing (ya, dan shella takut anjing) dan ada satu hal lagi yang ngeselin, di sini banyak orang yang sedang memadu kasih (seriusan malesin banget, di tiap sudut pasti ada aja dua sejoli, bahkan ada tempat-tempat yang cenderung sepi dan memicu terjadinya perbuatan amoral). Ternyata Situ Cisanti selain membuat para couple tertarik untuk mengunjunginya ada banyak juga rombongan keluarga yang mungkin berwisata sekedar untuk makan bersama di depan danau (situ). Ada pula orang yang entah sengaja atau tidak memancing ikan di Situ ini, mungkin setelah memancing mereka membakar juga ikan hasil tangkapannya dan dimakan bersama keluarganya dengan diintai oleh anjing dibelakang mereka, hehehe.
Tapi agak menyesal juga tidak membawa makanan ke sini, karena ternyata sangat jarang penjual makanan, ada memang, tapi makanan ringan, tidak ada internet (indomie telor kornet) tak ada pula cuankie atau makanan hangat lainnya. Jadi sangat disarankan untuk membawa bekal makanan sendiri dari rumah.
Setelah bosan berjalan-jalan dan dengan perut yang mulai keroncongan, akhirnya kita pun kembali ke tempat awal, sebenarnya kita sangat ingin naik perahu yang sangat sederhana yang terparkir di danau (situ), tapi setelah kita tanya pada seorang anak yang duduk di dekat perahu, dia bilang “bapa-na nuju zaroh, lami keneh.” Artinya “Bapa lagi ziarah, masih lama.” Intinya nakhodanya gak ada (cie nakhoda, perahu kecil pula) jadi gak bisa naik perahu. Tapi karena kita bener-bener pengen naik perahu, jadila kita naik perahu itu, walaupun gak jalan perahunya, ya duduk-duduk so imut aja gitu di perahunya, dan karena sepi jadilah perahu itu tempat kita buat ajang narsis-narsisan. Foto narsis-narsisannya gak diupload di sini ah, takut ada yang sirik+naksir, hahahalah...
Setelah kita mulai merasa bosan, akhirnya kita pulang ke rumah sekitar pukul 14.47 WIB dan ditengah perjalanan kita makan mie bakso dulu, maklum kelaperan.
Nyampe rumah sekitar pukul 16.40 WIB, dengan membawa oleh-oleh satu liter susu murni yang dibeli di KPBS sekitar jalan menuju pulang ke rumah, harga satu liter susu murni cukup Lima Ribu Rupiah saja. Kalo dihitung-hitung jumlah uang yang dikeluarkan untuk JJM ke situ Cisanti ini kurang dari Rp. 20.000,- saja. Mengingat bensin sudah full sejak awal, jadi tidak ada biaya untuk transfortasi.
Jadi intinya: Kalo mau jalan-jalan tapi kurang akomodasi, pilihlah yang terdekat dari rumah anda dan jangan lupa bawa makan sendiri dari rumah, biar hemat. Hahaha....
See ya di JJM berikutnya..^^v